Melayani Pembuatan Media Pengajaran Berbasis Multimedia

RA. KARTINI DAN KERESAHAN BERAGAMA

Kekaguman terhadap sebuah agama pada manusia setiap saat akan naik turun. Pada titik tertentu ada rasa “muak” karena ajaran Kitab Sucinya berbahasa asing sehingga menyulitkan bagi orang yang tidak tahu bacaan maupun artinya. Kalaupun tahu cara membacanya tetapi tidak tahu maksud dan maknanya. Kondisi tersebut terjadi saat ini, betapa banyak orang yang belum bisa baca al Qur’an dengan huruf arabnya, begitupula semakin banyak oran yang bisa membaca al Qur’an sebatas “membaca” tetapi tidak paham akan maksud dan maknanya. Belum lagi ini diperparah dengan begitu banyaknya orang yang belajar “Islam” hanya sebatas belajar membaca al Qur’an saja. Belajar agama cukup dengan lulus Iqra’ jilid 1 – 6 dari Taman Pendidikan al Qur’an. Ketika hanya menamatkan TPA yang didapat seseorang hanyalah cara membaca al Qur’an secara mendasar, tetapi belum sampai pada mengetahui kandungan dan maksud al Qur’an.

Pada puncaknya banyak umat Islam keluar dari ajaran al Qur’an dan Sunnah karena ketidatahuannya atas “content” dan “spirit” ajarannya. Bila ini yang terjadi maka yang berkembang dalam diri umat Islam adalah memahami nilai-nilai islam berfokus pada nilai Mitos dan Ideologis, bukan nilai Islam sebagai Ilmu yang bisa dipraktekkan sehari-hari. Keprihatinan ini sebenarnya sudah berlangsung lama dirasakan oleh umat Islam sendiri dan terungkap diantaranya pernyataan RA Kartini. Dia menyatakan, "Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur'an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yang dibacanya." [surat kepada Stella, 6 Nov 1899].
Pernyataan yang perlu digaris bawahi sebenarnya pada kalimat akhir bahwa: Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur'an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yang dibacanya."

Keresahan ini berlanjut dengan pernyataan dalam surat kepada orang Belanda juga: "Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902]



Keresahan ini mengukuhkan bahwa ketidaktahuan akan arti al Qur’an dan Sunnah yang notabene berbahasa Arab bisa membawa seseorang semakin malas untuk membaca dan mengkaji al Qur’an dan Sunnah. Pernyataannya sangat keras yang perlu digarisbawahi adalah: Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya.
Keresahan ini patut disyukuri karena RA Kartini tidak hanya menyampaiakan kepada orang Belanda saja tetapi disampaikan kepada seorang Kyai yaitu Kyai Sholeh Darat yang saat itu memberikan pengajian yang ”membumi” di kalangan ningrat di Kabupaten Demak. Setelah pengajian RA Kartini mengajak dialog dengan Kyai Sholeh Darat. Berikut kutipannya:

"Romo guru yang mulia," Kartini membuka maksud, "selama hidup saya, barulah kali ini ananda sempat mengerti makna surat al-Fatihah, induk al-Qur'an itu. begitu besar rasa syukur ananda kepada Allah SWT. namun sayang romo guru, ananda heran dan tak habis pikir, mengapa selama ini ulama kita belum menerjemahkan al-Qur'an dalam bahasa jawa? bukankah al-Qur'an merupakan petunjuk bagi segenap umat manusia?"

Kartini menarik napas dalam-dalam. suasana sunyi. Kiai Soleh Darat mendengar pertanyaan gadis pemberani itu.

"Teruskan anakku!", pancing Kiai Soleh Darat
"Jadi hemat saya, orang-orang jawa seperti saya perlu mengerti dan memahami isi kitab suci itu, terutama melalui jalan yang romo guru bentangkan tadi. apalagi ramanda saya (Bupati Jepara) ikut bersyukur atas minat ananda mendalami al-Qur'an"

"Baiklah, apakah ada pertanyaan lagi wahai anakku?" Kiai Soleh Darat masih menangkap gurat kegelisahan pada wajah kartini.

"begini romo guru, khusus tentang penerjemahan dan penafsiran al-Qur'an dalam bahasa jawa itu, apakah ada syarat-syarat bagi orang yang dianggap cukup sebagai ahli di bidang tersebut?"

"sungguh anakku Kartini, tidak sedikit bilangannya. syaratnya sungguh berat. antara lain, orang harus menguasai bahsa arab, yang khas dengan bahsa al-Qur'an lengkap dengan nahwu, sorof, badi', ma'ani, bayan, balaghah, istiarah, lengkap dengan keilmuan lainnya," terang Kiai Soleh Darat sambil tersenyum.

"tapi, bukankah romo guru sudah ahli dan menguasai ilmu-ilmu itu? maka sekarang ananda mohon sudi kiranya romo guru berkenan segera menulis untuk bangsa kita pada umumnya. nerupa kitab terjemahan dan tafsir al-Qur'an dalam bahasa jawa. sebab hal itu akan menjadikan mereka memahami bisikan kudus dari kitab tuntunan hidup mereka. dan, romo guru akan besar sekali jasanya."

Mendengar permintaan Kartini, raut wajah kiai tua itu berseri. seketika itu pula air mata Kiai Sholeh tumpah, menangis haru mendengar pinta perawan aristokrat itu.
Keresahan ini memberikan inspirasi bagi Kyai Sholeh Darat untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa secara tertulis. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim.

Keresahan RA Kartini ini memberikan inspirasi bahwa masih banyak lahan kosong yang belum tergarap oleh Da’wah Islam (baik dilihat dari content, maupun ceruk pasar Da’wah). Selama ini umat Islam masih asyik pada ceruk pasar yang sudah ada sehingga justru yang muncul adalah perebutan lahan da’wah. Wallahu a’lam.
Diambil dari berbagai sumber.
Share:

6 komentar:

  1. I just read the exact same article from another site, I hope you didn't steal it. The link is ==.commissioncrusherx.net

    BalasHapus
  2. Hey i just came here to let you know about a service i offer. I offer cheap backlinks that can help you website rank significantly better on Google. Traffic is everything and to get decent traffic you need to rank well in the search engines. My service can help provide that, check out my site ==://hellomotow.net/backlinks

    BalasHapus
  3. Hi webmaster I want to let you now about Income Hybrid. It's great software that can earn you thousands per month by exploiting 700 MILLION targeted visitors. I have banked over $4,000 from this within the first two weeks. Take a quick look at this site I promise you wont regreat it.==p://=w.income-hybrid.net

    BalasHapus
  4. Hey i just came here to let you know about a service i offer. I offer cheap backlinks that can help you website rank significantly better on Google. Traffic is everything and to get decent traffic you need to rank well in the search engines. My service can help provide that, check out my site ===://hellomotow.net/backlinks

    BalasHapus
  5. It took me time to learn all the comments, but I honestly loved the blog. It proved to be very advantageous to me and I’m positive to all of the followers here!
    Sony Camera Reviews

    BalasHapus
  6. F*ckin¦ awesome issues here. I¦m very satisfied to see your article. Thank you so much and i am taking a look ahead to contact you. Will you kindly drop me a e-mail?

    BalasHapus

Follow by Email

Label

Artikel (14) Belajar Media Kreatif (10) Media Pengajaran Interaktif (10) Media Pengajaran Kreatif (10) Media Pengajaran Multimedia (10) Pelatihan Mencipta Media (10) Software AudioVisual (8) Tutorial Media (6) Contoh Media (5) Data Workshop Media Pengajaran (5) Hasil Penelitian Media Pengajaran (3) Tempat Kegiatan Workshop (2) Akreditasi Madrasah (1) Akreditasi Sekolah (1) Attribution Theory in Classroom (1) BIMTEK PTK (1) Belajar Kreatif Mediatama Ngajnuk (1) Belajar Kreatif Mediatama Tulungagung (1) Belajar kreatif Tuban (1) Bimbel Les Skolastik (1) Bimbel TPS SBMPTN (1) Jadwal Kegian BKM (1) Kegiatan Belajar kreatif Ngawi (1) Kegiatan Bimbtek PTK (1) Kontak Belajar Kreatif Mediatama (1) Les Baca (1) Les Calistung (1) Les TPA SBMPTN (1) Lokasi Kegiatan Belajar Kreatif (1) M.Pd (1) Media Belajar Kreatif (1) Pelatihan Media Tulungagung (1) Pembuat Media Belajar di Trenggalek (1) Pembuatan Media Negara (1) Pengajaran Efektif (1) Privat Bimbel SBMPTN (1) Psikologi daya rekat (1) Seminar Media Belajar Negara (1) Seminar Media Belajar Ngajuk (1) Seminar di Ngawi (1) Seminar di Tulungagung (1) Tempat Privat SBMPTN (1) Workshop Belajar Kreatif Negara (1) Workshop Media Belajar Ngajuk (1) Workshop Media Belajar Ngawi (1) Workshop Media Belajar Tuban (1) Workshop Media Tulungagung (1) Workshop di Trenggalek (1) Yoko Rimi (1) academic motivation (1) adblock iklan (1) akreditasi online (1) akreditasi sekolah madrasah (1) anggaran pendidikan (1) bap (1) domain internet (1) domain nama negara (1) flashblock iklan (1) ikatan sosial rakyat (1) jenis media pengajaran (1) keunggulan rsbi (1) kritik mendidik (1) kualitas pendidikan (1) kualitas rsbi (1) kurikulum pendidikan (1) major learning problem (1) media pendidikan (1) media pengajaran (1) mru (1) pendidikan dari kiritk (1) pendidikan kartini (1) pendidikan liberal (1) pendidikan rsbi (1) power tools (1) power tools lite (1) proses akreditasi online (1) recopy file (1) rsbi mahal (1) sejarah media pengajaran (1) sekolah rsbi (1) sense of completion (1) sifat media pengajaran (1) teracopy (1)

Artikel Media

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

GAMBAR ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Zulaikhah Zulaikhah   Abstract   Abstrak Media gambar animasi yang berupa fil...